Do You Believe It? You Should Visit Indonesia !

  • Bangga

    Batik Indonesia Sangat Beragam, Mempunyai Keunikan Tersendiri dan Mempunyai Ciri Khas Yang Tidak Mudah Ditiru oleh Negara Lain .

  • You See??

    Selain Untuk Membuat Baju Kain Batik Bisa Digunakan Pula Untuk Lapisan Sofa, Bantal,lantai Bahkan Dinding Rumah Anda.

  • Canting dan Malam

    Merupakan Alat yang Digunakan Untuk Membuat Batik Tulis, Tradisonal Tapi Hasilnya Sensasional.

  • Membatik

    Terlihat Mudah, yang Sebenarnya Adalah Memerlukan Ketelitian, Kesabaran dan Kemampuan Yang Mumpuni Untuk Menghasilkan Batik Yang Berkualitas .

  • Fashion Dunia

    Bukan Rahasia Jikalau Kain Batik Umumnya Dipakai Sebagai Bahan Untuk Membuat Pakaian, dan Bukan Tidak Mungkin dengan Kreatifitas Anak Bangsa Yang Luar Biasa, Batik Akan Menjadi Salah Satu Fashion Yang Dilirik Dunia.

Tampilkan postingan dengan label alat membatik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alat membatik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 September 2016

Bahan dan Fungsi Malam Saat Membatik

Bahan dan Fungsi Malam Saat Membatik

Ada yang sudah tahu lilin malam?

Malam atau yang sering disebut sebagai lilin, merupakan salah satu bahan baku penting untuk membuat batik, khususnya batik tulis dan batik cap. Fungsi dari bahan ini dalam proses pembuatan batik adalah untuk menutupi bagian tertentu agar tidak terkena pewarna.

Proses kerja malam dan pewarna pada pembuatan batik pada prinsipnya memanfaatkan dua sifat bahan yang saling bertolak belakang sebagaimana minyak dan air, lilin mengandung minyak sedangkan pewarna mengandung air. Bagian-bagian tertentu yang diberi lilin secara otomatis tidak bisa ditembus oleh pewarna.

Pada jaman dahulu, orang jawa banyak memanfaatkan sarang lebah untuk membatik, karena bagian dalam dari sarang lebah tersebut terdapat kumpulan struktur berbentuk heksagonal yang terbuat dari semacam lilin, lilin ini tersusun dari ester asam lemak dan berbagai senyawa alkohol rantai panjang. Orang jawa menyebut sarang lebah adalah “Malam”, oleh karena itu hingga saat ini lilin untuk membatik sering disebut malam.

Lilin Malam Batik ( bahankain.com)

Lilin batik secara umum terbuat dari berbagai macam bahan yang mampu menahan air. Beberapa bahan tersebut diantaranya Gondorukem, Getah Damar, Parafin, Microwax, lemak binatang (kendal, gajih), minyak kelapa, lilin tawon, lilin Lanceng dan lainnya. Adapun komposisi bahan pembuatnya disesuaikan agar saat lilin digunakan memilikidaya tahan terhadap air, dapat meleleh saat panas (akan meleleh kira-kira pada suhu 59 derajat celcius), tidak mudah pecah saat kering dan mampu menempel pada kain secara baik.

Tidak ada aturan baku dalam mengatur komposisi saat membuat lilin batik, hampir setiap pengrajin memiliki formulanya masing-masing. Bagi pengrajin batik yang berpengalaman, lilin batik yang dibeli di pasaran tidak begitu saja digunakan namun akan diproses terlebih dahulu sesuai ukuran yang ia inginkan.

Secara umum lilin batik terdiri dari tiga macam, yakni malam klowong, tembok dan bironi. Malam klowong digunakan untuk nglowongi atau pelekatan pertama pada motif yang sudah dibuat (mempertegas pola). Malam tembok digunakan untuk nemboki/ngeblok atau mengisi bidang yang luas pada sebuah pola. Sedangkan malam bironi digunakan untuk menutupi warna biru serta isen-sen.

Untuk efisiensi bahan, para pembatik pada umumnya dapat mendaur ulang sisa malam yang telah digunakan. Setelah batik dilorod (direbus), maka malam yang terlepas dari kain dapat dikumpulkan, diolah dan dimanfaatkan kembali.


original post by : kesolo.com 
Share:

Mengenal Canting, Kegunaan dan 10 Contoh Jenis-Jenisnya

Mengenal Canting, Kegunaan dan 10 Jenis-Jenisnya

Banyak yang bertanya sebenarnya canting itu apa sih? Beberapa diantara kita mungkin sudah mengetahuinya, sebagian orang hanya sebatas 'Cuktau atau Cukup Tau'. Sangat mudah sekali untuk mengetahui apa itu canting, caranya yaitu dengan membaca salah satu artikel dibawah ini :).

Dalam proses pembuatan batik tulis, dibutuhkan sebuah alat khusus untuk membantu pengrajin menorehkan malam (semacam lilin yang digunakan khusus untuk membatik) di atas kain yang akan dijadikan objek batik, sehingga membentuk pola sesuai dengan apa yang diinginkan. Alat yang dimaksud adalah canting. 

Canting adalah sebuah alat tradisional yang dipakai untuk mengambil malam yang sudah dicairan di dalam benda seperti wajan yang dipanaskan di atas sebuah kompor dengan ukuran kecil, yang sering digunakan oleh pengrajin untuk membuat pola sebelum batik dilakuan pewarnaan. Canting terdiri dari tembaga dan bambu/ kayu. Tembaga digunakan sebagai penampung lilin. Dipilih tembaga, karena tembaga merupakan penghantar panas yang baik. Sedangkan bambu/ kayu digunakan sebagai gagang atau pegangannya.

Perhatikan gambar berikut ini.


Canting Tradisional

Gambar di atas adalah bentuk salah satu dari sebuah canting tradisional yang biasa digunakan untuk membatik. Sebuah canting terdiri dari tiga bagian yaitu :
  • Cucuk ada juga yang menyebutnya carat (ditunjukkan dengan angka1) adalah tempat keluarnyamalam cair yang dialirkan dari nyamplung. Biasanya terbuat dari tembaga juga, sama seperti nyamplung. Karena lubang cucuk cukup kecil, maka sesekali pengrajin harus meniup lubang cucuk untuk membuat aliran malam kembali lancar.
  • Nyamplung (ditunjukkan dengan angka 2) terbuat dari bahan tembaga. Berfungsi sebagai alat untuk mengambil cairan malam dan menampungnya.
  • dan Gagang (ditunjukkan dengan angka 3). Gagang atau pegangan terbuat dari bambu atau kayu. Fungsinya untuk melindungi tangan agar tidak terkena panas, dan ini juga menjadikan proses membatik jadi lebih mudah dan hasil dari goresan canting tersebut terlihat rapi.
Ada beberapa jenis Canting menurut ukuran dan fungsinya.

1. Canting Rengreng. Canting rengreng digunakan untuk membuat pola dasar pada kain. Canting rengreng memiliki cucuk tunggal dengan diameter antara 1 - 2,5 mm.

2. Canting Isen. Canting ini mempunyai cucuk tunggal, ada juga yang mempunyai banyak cucuk. Penggunaannya disesuaikan dengan motif yang diinginkan. Untuk ukuran diameter dari cucuk canting ini kurang lebih 0,5 - 1,5 mm.

3. Canting cucuk kecil, cucuk sedang, dan cucu besar. Masing-masing mempunyai peranannya sendiri-sendiri.
  • Canting Cucuk Kecil digunakan untuk membuat isen pada pola batik yang telah direngreng atau digambari motif.
  • Canting Cucuk Sedang digunakan untuk membuat pola dasar dalam pembuatan batik tulis.
  • Canting Cucuk Besar digunakan untuk membuat tembokan atau pembuatan blok pada kain, biasanya ujung cucuk akan dibalut dengan kain sehingga diameter cucuk menjadi besar.
4. Canting Cecekan. Fungsi dari canting ini adalah untuk membuat isen-isen berupa titik-titik dan juga garis lengkung atau ukel.

5. Canting Loron. Kata 'loron' diambil dari Bahasa Jawa 'loro' yang berarti dua. Sesuai dengan namanya, canting batik loron mempunyai cucuk ganda. Fungsi dari canting ini untuk membuat garis rangkap pada motif batik dan juga untuk membuat garis pembatas.

6. Canting Telon. Canting telon mempunyai bentuk cucuk segi tiga sama sisi, sehingga biasa digunakan untuk membuat pola isen dengan bentuk segi tiga.

7. Canting Prapatan. Canting prapatan juga berfungsi untuk membuat isen. Dengan bentuk cucuk segi empat, canting ini cocok untuk membuat isen dengan pola segi empat.

8. Canting Liman. Canting liman mempunyai cucuk berbentuk kotak (persegi) dengan 4 lubang di tiap sudutnya dan satu buah terdapat di tengahnya.

9. Canting Renteng/ Galaran. Canting galaran mempunyai bentuk cucuk berjejer dengan jumlah genap hingga mencapai 6 buah cucuk. Canting ini biasa digunakan untuk membuat pola garis dengan jumlah banyak sekaligus agar mendapatkan jarak yang sama antar garis.

10. Canting Byok. Canting byok digunakan untuk membuat motif lingkaran pada pola batik yang tersusun berupa titik-titik yang melingkar. Mempunyai tujuh buah lubang pada cucuknya. Biasanya canting byok mempunyai lubang cucuk berjumlah ganjil.

Selain jenis - jenis Canting yang telah disebutkan di atas, ada juga canting elektrik atau canting batik elektronik. Yaitu canting yang tidak menggunakan kompor sebagai pemanasnya, melainkan dengan memanfaatkan tenaga listrik. Bentuk canting elektrik di desain sedemikian rupa dengan bentuk nyamplung yang dibuat lebih besar agar dapat memuat malam dengan volume yang lebih banyak. Cucuk atau mulut canting dapat diganti menurut keperluan. Canting elektrik dapat memberi motif pada bagian belakang kain sekaligus, sehingga mampu menyingkat waktu pembuatan pola batik, terutama pola dengan motif yang rumit.

Berikut ini contoh gambar salah satu bentuk canting elektronik yang ada di pasaran.

Sumber Gambar : cvalgautama.indonetwork.co.id

Dengan adanya canting elektrik ini diharapkan dapat memudahkan para generasi muda penerus bangsa, untuk ikut turut serta dalam melestarikan batik yang merupakan warisan budaya yang patut untuk dipertahankan keberadaannya :)


Original Post by : goresancanting.blogspot.co.id
Share:

BTemplates.com

Tweets


BBCIndonesia.com | Dunia

Detik News

Translate